4 Fakta Ini Akan Membuat Kamu Segera Ingin Mendaki Gunung Slamet

4 Fakta Ini Akan Membuat Kamu Segera Ingin Mendaki Gunung Slamet
Sebagai gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, Slamet memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Gunung Semeru. Dari puncaknya, Anda dapat melihat lautan awan dan sunrise yang dahsyat.

Mungkin selama ini orang lebih mengenal Gunung Semeru sebagai puncak tertinggi Pulau Jawa. Sedangkan Gunung Slamet sebagai puncak tertinggi kedua di Jawa seakan terpinggirkan layaknya anak tiri. Bolehlah sedikit mengenalkan Gunung Slamet, puncak tertinggi Jawa Tengah, puncak kedua Pulau Jawa dan puncak tertinggi keempat di Indonesia.

Gunung Slamet merupakan gunung berapi dengan ketinggian 3.428 mdpl yang terletak di empat kabupaten, yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang yang ada di Jawa Tengah.

Baturaden yang ada di Banyumas sebenarnya merupakan salah satu kaki gunung Slamet. Ketika kamu jalan-jalan ke Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, lokasi wisata ini pun berada di kaki gunung yang sama. Sama halnya kalau kamu rehat di kawasan wisata Moga, Kabupaten Pemalang, serta Perkebunan Teh Kaligua, Kabupaten Brebes. Semuanya berada di kaki Gunung Slamet.

Bisa dibilang, gunung Slamet sudah berabad-abad memberi kehidupan bagi warga di kaki gunung di lima kabupaten sekaligus. Sekarang gunung Slamet juga sangat membantu menumbuhkan industri wisata di daerah-daerah yang ada di seputarannya. Gunung ini sangat terkenal sebagai daerah pendakian favorit. Dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut dan track lumayan sulit, menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki. Inilah fakta dari gunung slamet yang harus kamu ketahui.

1. Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah


Gunung Slamet berdiri tegak di Jawa Tengah, meliputi lima wilayah kabupaten, yaitu Banyumas, Brebes, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal. Ia adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah.


Gunung Merapi hanya 2.968 meter, sementara Gunung Merbabu sedikit lebih tinggi yaitu 3.145 meter.

2. Gunung Berapi Aktif


Gunung Slamet adalah gunung berapi yang cukup aktif di pulau Jawa. Semenjak meletus pertama kali pada tanggal 11 – 12 Agustus 1772, menurut data sejarah gunung ini sudah meletus sebanyak 42 kali.

Merupakan gunung teraktif kedua setelah gunung Merapi. Terkahir kali gunung Slamet meletus pada 12 maret 2014. Namun, semua letusan tersebut termasuk dalam skala erupsi kecil yang tidak membahayakan warga kaki gunung.


Walaupun pernah ada letusan besar pada tahun 1988, namun sampai sekarang warga di sana masih slamet dari letusan gunung Slamet.

3. Jalur Pendakian


Total ada 4 jalur pendakian di gunung Slamet. Jalur lama dan standar adalah dari arah Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Yang lebih populer dari semuanya adalah jalur dari arah Kabupaten Pemalang, yaitu Baturaden. Baru diresmikan tahun 2013 lalu, jalur Dhipajaya juga bisa menjadi pilihan pendakian.


Jalur terakhir, jalur yang paling indah, yakni dari wisata air panas Guci, Kabupaten Tegal. Rute terakhir ini cukup terjal, namun pemandangannya paling indah.

4. Rintangan


Selain beberapa rute pendakian memiliki jalur yang curam, gunung Slamet juga memiliki rintangan lain, yakni tidak ada sumber air dan kabut yang cukup pekat.

Untuk ketinggian gunung seperti gunung Slamet, ketersedian air amatlah penting, sedangkan semua jalur pendakian tidak ada sumber air yang dilalui.

Satu-satunya cara adalah membawa bekal air yang banyak untuk naik dan turun gunung.


Sedangkan faktor kabut, di Gunung Slamet kabut sangat gampang berubah, tiba-tiba mendadak muncul atau berbalik arah, dan kepekatannya cukup tajam.
Baca Juga ×
Powered by Blogger.