Mengenal Lebih Dekat Dengan Suku Asmat

Mengenal Lebih Dekat Dengan Suku Asmat

Kali ini kita akan berkenalan dengan Suku Papua Sebelum mengenalnya suku khas ini, maka kita harus mengingat kembali tentang arti Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.” Dan secara mendalam dapat kita artikan secara luas.

 Artinya, Walaupun terdapat banyak suku, agama, ras kesenian, adat, bahasa, budaya, dan lain sebagainya. Namun, tetap satu kesatuan yang sebangsa dan tanah air. Dan dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, mata uang, bahasa dan lain-lain yang sama. Bahkan bukan hanya itu saja, Indonesia memiliki kaya akan pemandangan alam nan hijau dan kaya akan suku bangsanya.

Di tanah kita tercinta ini mempunyai ratusan suku bangsa di Indonesia yang unik-unik, termasuk suku Papua, yang begitu khasnya adat mereka. Dibawah ini, kamu akan tahu bagaimana sih, keunikan suku yang ada di Papua.

Banyak suku yang mendiami provinsi Papua, yakni Sentani, Dani, Amungme, Nimboren, Jagai, Asmat, dan terakhir Tobati. Saatnya kita berkenalan dari suku Asmat. Suku ini dikenang dengan hasil ukiran kayunya yang begitu unik.

Populasi suku asmat sendiri di belah menjadi dua, yakni ada mereka tinggalnya di pesisir pantai dan sebagiannya tinggal di bagian pedalaman. Kedua posisi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal berdialog, cara mereka hidup, struktur sosial serta budaya atau ritual adat.

Bagi yang tinggal di daerah pesisir pantai juga di belah menjadi dua suku, yakni rakyat suku Bisman tinggal di sungai Sinesty dan yang tinggal di sungai Nin yaitu suku Simai. Ternyata banyak juga, pembagian kelompok mereka.

Kepercayaan Suku Asmat
pesta tari topeng (Mbipokkumbu) via:enterdie.blogspot.com
Suku Asmat ini mengakui diri mereka adalah anak dewa yang berasal dari dunia mistik atau gaib yang lokasinya ini di saat mentari tenggelam pada sore hari. Masyarakat Papua yang satu ini meyakini bahwa nenek moyang pada jaman itu melakukan pendaratan di bumi di daerah pegunungan.

Terlebih lagi mereka juga percaya bila wilayahnya terdapat tiga macam roh dan masing-masing dari roh tersebut memiliki sifat baik dan jahat. Menurut mitologi, kepercayaan (ruh) mereka ini mendiami sebuah teluk Flamingo, dan ada dewa bernama Furmuripitis, berikut tiga golongan ruh tersebut.

Yi-ow (Roh nenek moyang yang memiliki sifat baik)
Osbopan (Roh jahat dari nenek moyang)
Dambin-ow (Roh jahat dari nenek moyang mereka mati dengan konyol)
Di dalam kehidupan mereka di tradisi oleh upacara-upacara besar yang menyangkut seluruh
komuniti desa dan selalu berkaitan dengan penghormatan roh nenek moyang, seperti di bawah ini:

Mbismbu, (pembuat tiang)
Yentpokmbu, (pembuatan tiang dan pengukuhan rumah yew)
Tsyimbu, (pembuatan dan pengukuhan perahu lesung)
Yamasy pokumbu, (upacara perisai)
Mbipokumbu (upacara topeng)
Kepercayaan mereka ini menyatakan bahwa sebelum masuk surga, arwah orang yang telah meninggal akan terlebih dulu mengganggu manusia. Gangguan ini bisa seperti penyakit, bencana bahkan bisa jadi peperangan.

Maka dari itu demi menyelematkan manusia dan menebus arwah. Mereka yang masih hidup akan membuat patung dan menggelar pesta patung bis yang di sebut Bioskokombi, juga merayakan pesta topeng, perahu sampai diadakan pesta ulat-ulat sagu.

Roh-roh dan Kekuatan Magis
Kehidupan orang-orang Asmat sangat terkait erat dengan alam sekitarnya. Mereka memiliki kepercayaan bahawa alam ini didiami oleh roh-roh, jin-jin, makhluk-makhluk halus, yang semuanya disebut dengan setan. Setan ini digolongkan ke dalam 2 kategori :

1. Setan yang membahayakan hidup. Setan yang membahayakan hidup ini dipercaya oleh orang Asmat sebagai setan yang dapat mengancam nyawa dan jiwa seseorang. Seperti setan perempuan hamil yang telah meninggal atau setan yang hidup di pohon beringin, roh yang membawa penyakit dan bencana (Osbopan).

2. Setan yang tidak membahayakan hidup. Setan dalam kategori ini dianggap oleh masyarakat Asmat sebagai setan yang tidak membahayakan nyawa dan jiwa seseorang, hanya saja suka menakut-nakuti dan mengganggu saja. Selain itu orang Asmat juga mengenal roh yang sifatnya baik terutama bagi keturunannya., yaitu berasal dari roh nenek moyang yang disebut sebagai yi-ow

Kekuatan magis dan Ilmu sihir
Orang Asmat juga percaya akan adanya kekuatan-kekuatan magis yang kebanyakan adalah dalam bentuk tabu. Banyak hal -hal yang pantang dilakukan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti dalam hal pengumpulan bahan makanan seperti sagu, penangkapan ikan, dan pemburuan binatang.

Kekuatan magis ini juga dapat digunakan untuk menemukan barang yang hilang, barang curian atau pun menunjukkan si pencuri barang tersebut. Ada juga yang mempergunakan kekuatan magis ini untuk menguasai alam dan mendatangkan angin, halilintar, hujan, dan topan.
Baca Juga ×
Powered by Blogger.