Bahaya! Virus Mematikan Ini Muncul Akibat Gletser Everest Mencair, Penyakit Kuno Muncul Lagi

Bahaya! Virus Mematikan Ini Muncul Akibat Gletser Everest Mencair, Penyakit Kuno Muncul Lagi


Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia yang menjadi idaman para pendaki. Gunung Everest terletak di perbatasan Nepal dengan Tibet yang merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya.

Gunung Everest memiliki 17 rute pendakian yang memiliki rintangan dan berbahaya dikarenakan suhu dan salju yang sangat tebal, namun saat ini pemanasan global meyebabkan cairnya lapisan es dan gletser dibeberapa wilayah.

Cairnya gletser tersebut pun turut menguak sisa-sisa apapun yang terkubur di bawah es selama beberapa dekade, termasuk jenazah-jenazah para pendaki yang meninggal. Operator ekspedisi Himalaya menuturkan setidaknya ratusan orang telah tewas sejak tahun 1990-an saat mereka mencoba mendaki gunung tersebut. Sebagian besar mayat diyakini masih terkubur di bawah salju.

Sekarang, berkat gletser yang mencair karena perubahan iklim, semua yang terkubur di bawah es mulai muncul ke permukaan.

"Karena pemanasan global, lapisan es dan gletser mencair dengan cepat," kata Ang Tshering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal."

Masyarakat setempat pun masih berjibaku mengatasi masalah ini. Pasalnya, pemerintah Nepal juga tidak tahu bagaimana cara menanganinya.

Masyarakat akhirnya memilih mengambil tindakan dengan membawa turun sebagian besar jenazah ke kota. Namun, ini tidak bisa dilakukan untuk semua jenazah. Sebab perlu biaya tak sedikit untuk mengurus mereka, antara 40.000-80.000 dollar AS (sekitar Rp 572 juta-1,145 miliar).

Jenazah yang tertinggal di gunung kemudian ditutupi warga dengan salju dan batu. Beberapa bahkan berfungsi sebagai penanda bagi para pendaki Gunung Everest karena benda milik para pendaki ada yang diletakkan di dekat lokasi mereka meninggal.

Selain mayat-mayat itu, cairnya es rupanya juga menyingkap keberadaan penyakit kuno. Menurut sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam PNAS, sebuah virus berusia 30.000 tahun pernah ditemukan di lapisan es Kutub Utara, hal tersebut meningkatkan kekhawatiran jika kenaikan suhu juga turut menyebabkan meningkatnya penyakit mematikan.

Gletser yang mencair memang merupakan kekhawatiran seluruh dunia. Sejak awal abad 20, gletser di planet ini telah berkurang dengan cepat. Misalnya saja jumlah gletser di Taman Nasional Gletser, rumah bagi sekitar 150 gletser, kini berkurang menjadi 30 saja.
Baca Juga ×
Powered by Blogger.